DINAMIKA MOBILISASI PUBLIK DALAM ISU 17+8: ANALISIS RESPONS KEBIJAKAN TERHADAP KONTROVERSI KENAIKAN TUNJANGAN RUMAH DPR
Keywords:
Clicktivism, Mobilisasi Publik, Politik Digital, Demokrasi, Respons KebijakanAbstract
Perkembangan politik digital telah mengubah pola partisipasi dan mobilisasi publik dalam merespons kebijakan pemerintah. Isu 17+8 Tuntutan Rakyat terkait kontroversi kenaikan tunjangan rumah DPR menunjukkan bagaimana aktivitas digital berkembang menjadi mobilisasi massa dan aksi fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana aktivitas clicktivism membentuk motivasi dan kapasitas partisipasi publik hingga mendorong mobilisasi massa yang memengaruhi respons kebijakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memadukan studi literatur, analisis data digital, dan wawancara mendalam. Data digital diperoleh melalui metadata YouTube menggunakan kata kunci “Tuntutan Rakyat” dan diolah menggunakan Google Colab dengan Python, sedangkan data primer diperoleh melalui wawancara dengan tiga peserta aksi di Yogyakarta. Analisis dilakukan melalui analisis teks dan analisis tematik dengan memadukan teori motivasi dan clicktivism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mobilisasi publik didorong terutama oleh motivasi intrinsik berupa rasa keadilan, tanggung jawab moral, solidaritas, dan akumulasi ketidakpuasan terhadap kebijakan publik. Clicktivism berfungsi sebagai gateway participation yang memperluas informasi, membangun solidaritas digital, dan memperkuat kesadaran kolektif. Keterbatasan ruang digital mendorong transisi menuju aksi fisik sebagai bentuk tekanan politik yang lebih nyata. Penelitian menyimpulkan bahwa mobilisasi dalam isu 17+8 merupakan sinergi antara kesadaran digital, motivasi intrinsik, dan aksi fisik, dengan clicktivism sebagai penggerak awal dan aksi fisik sebagai penguat tekanan terhadap pembuat kebijakan.








