KEARIFAN LOKAL TRADISI GREBEK SYAWALAN KETUPAT DI BUKIT SIDOGURO KLATEN SEBAGAI SUMBER BELAJAR IPS

Authors

  • Febri Puja Rahayu Universitas Negeri Yogyakarta
  • Raras Gistha Rosardi Universitas Negeri Yogyakarta https://orcid.org/0000-0001-9810-0496
  • Dian Azizah Sadriansyah Wijaya Universitas Negeri Yogyakarta

Keywords:

Tradisi Grebeg Syawalan Ketupat, Kearifan Lokal, Sumber Belajar IPS, Klaten, Pembelajaran Kontekstual

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan yang kaya akan keberagaman budaya memiliki berbagai tradisi yang berakar pada kearifan lokal. Salah satunya adalah Tradisi Grebeg Syawalan Ketupat di Bukit Sidoguro, Klaten, yang diselenggarakan setiap tahun setelah Hari Raya Idulfitri sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus sarana mempererat hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi kearifan lokal yang terkandung dalam tradisi tersebut sebagai sumber belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang kontekstual dengan mengkaji dimensi ekonomi, sosiologis, geografis, budaya, historis, dan politik. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal, buku, berita daring, dan dokumen resmi pemerintah daerah dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi nilai-nilai kearifan lokal yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Grebeg Syawalan Ketupat merefleksikan keterkaitan interdisipliner dalam pembelajaran IPS. Secara ekonomi, tradisi ini mendorong perdagangan dan pariwisata lokal; secara sosiologis, memperkuat gotong royong dan solidaritas; secara geografis, menggambarkan interaksi antara lingkungan fisik dengan aktivitas sosial budaya; secara budaya, merepresentasikan ekspresi seni dan pewarisan nilai; secara historis, menunjukkan keberlanjutan tradisi leluhur; sedangkan secara politik, mencerminkan dukungan pemerintah daerah terhadap pelestarian budaya. Tradisi ini dapat menjadi laboratorium sosial yang kaya akan nilai pendidikan IPS, sekaligus menghadirkan pembelajaran yang integratif dan relevan dengan kehidupan peserta didik. Oleh karena itu, integrasi kearifan lokal dalam kurikulum IPS direkomendasikan untuk membangun karakter kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai luhur dan identitas budaya Indonesia.

Downloads

Published

2026-09-11